December 13, 2018

Aquaman (2018): Film Penutup Terbaik Tahun Ini

Sebagai penikmat film, mengakhiri tahun 2018 tentunya juga harus diakhiri dengan film yang keren. Kemarin saya merasa film yang cocok untuk mengakhiri tahun 2018 adalah Ralph Breaks The Internet, tapi ternyata bukan. Ada film yang lebih pas untuk ditonton sebagai film penutup terbaik tahun ini, yaitu Aquaman.

Saya selalu suka dengan film yang mengisahkan tentang mitologi-mitologi para dewa ditambah adegan superhero. Kisah-kisahnya selalu bikin deg-degan dan seru. Apalagi di film Aquaman ini yang berkisah tentang kerajaan bawah laut bernama Atlantis. Mendengar nama tersebut pastinya bukan hal yang asing lagi di telinga kalian kan?

Review Aquaman (2018)

Aquaman atau yang bernama asli Arthur Curry adalah anak haram. Saya menyebutnya sebagai anak haram karena Arthur bukanlah seorang yang murni berdarah atlantis. Ia merupakan anak dari seorang Ratu Atlantis bernama Atlanna dengan seorang manusia biasa Thomas Curry. Masyarakat Atlantis yang masih memegang teguh tradisi bahwa dunia laut dan darat bukanlah hal yang bisa disatukan menolak kelahiran Arthur. Ia kemudian ditolak di Atlantis karena memiliki darah campuran.

Hadeh… Sebentar lagi tahun 2019 masih ada saja tradisi kuno seperti itu. Pernikahan Prince Harry sama Meghan Markle yang dikenal sebagai Royal Wedding di tahun ini saja berlajan dengan lancar.

Review Aquaman (2018)
Arthur & Mera
Review Aquaman (2018)
Arthur vs Raja Orm
Di sepanjang film ini ada begitu banyak adegan-adegan gila yang terjadi di bawah laut. Pertempuran Arthur dengan Raja Orm yang merupakan saudara tirinya berlansung dengan sangat menegangkan. Apalagi ditambah bumbu-bumbu drama dari Mera membuat film ini semakin seru.

Pertempuran tersebut tentunya tidak bisa dihindari. Demi menjaga kedamaian di laut dan di darat, Arthur mau tidak mau harus melawan saudaranya sendiri dan mengambil alih tahta kerjaan. “Tidak semudah itu Arthur”, mungkin itulah yang akan dikatakan Raja Orm ketika tahu bahwa Arthur akan menyerangnya.

Arthur atau Aquaman
Film Aquaman (2018) bisa dikatakan film yang memiliki durasi cukup panjang, bahkan hampir menyaingi film-film Bollywood. Saya nonton di bioskop mulai pukul 21.00 WITA dan selesai sekitaran pukul 23.30 WITA. Hal yang menarik terjadi pada saat filmnya sudah selesai, saya juga tidak sengaja mendengar seseorang berkomentar, entah dia kritikus film atau apa, yang jelas dia mengatakan “bertele-tele sekali filmnya”. Dalam hatinya saya seketika refleks, “Heh?”.

Saya tidak perlu ngespoilerin terlalu jauh, pastinya pesan moral yang bisa dipetik dalam film Aquaman (2018) ini adalah jangan membuang sampah atau mencemari lautan. Please save the planet!

30 comments:

  1. Film DC terdabest untuk tahun ini. Visualnya bagus, plotnya juga rapi dan tidak banyak drama. Dan tentu saja, Arthur dengan kegarangannya yang selalu bikin saya jatuh hati❤

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ini juga saya rasa yang terbaik. Film DC yang lain agak membosankan, tapi di Aquaman, tegangnnya dapet banget. Hehehe.

      Delete
  2. Visual film ini bagus.hanya plotnya yang terlalu gampang ditebak.Setidaknya salah satu film DC yang paling baguslah setelah WW

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wonder Woman sih kacau parah, coba bukan Gal Gadot bintang utamanya. Selesai sudah. Hahaha.

      Delete
  3. hahahaa yang kubayangkan ketika membaca judulnya adalah bapak2 pegang galon aqua.. hadeuh ini semua gara2 twitter.. btw tengkyu sudah review, soalnya gak nonton filmnya haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anjay, saya juga liat kak di Twitter. Hahaha.

      Delete
  4. Dan saya belum nontonpi juga inii aduhh, ketinggalanku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nonton mi cepat sebelum tidak tayang mi. Wkwk.

      Delete
  5. Pemasaran film yang sangat best di pertengahan desember ini.

    ReplyDelete
  6. dan sampai detik ini saya belm sempat nont filmnya, thank u buat reviewnya, sepertiny saya harus segera nont hehhe,

    ReplyDelete
  7. Gak sempat-sempat saya nonton film ini... Setelah baca reviewnya kak Mukhsin sepertinya udah harus cuzzz ke bioskop malming besok.

    ReplyDelete
  8. Saya bukan penikmat film y akut. Tapi, jika baca review yang menarik kayak gini, barulah saya bergegas Cari info filmx plus cari teman nonton hehee,

    ReplyDelete
  9. Yang buat saya suka dan penasaran sama film ini, yah Review dan respon penontonnya, jarang sy dgr bhkan blm adapi yg negatifkan ini film, jadi saya mikir, "sebagus apasih?" 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda memang ini dari film-fim DC sebelumnya. Nonton mi coba. Haha.

      Delete
  10. Aquaman kalau kena air tangannya keriput nda hehe astaga
    Reviewnya lumayan spoiler tapi dari sini dan beberapa review lain aquaman memang layak ditonton. visualnya juga bagus

    ReplyDelete
  11. Merasa ka memang tahun ini awal comeback filmnya DC. Semuanya bagus mulai Suicide Squad, JL, Wonder Woman. Tapi nda ada kalah Aquaman tawwa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau dibandingkan yang seelum-sebelumnya sih, Aquaman lebih ok.

      Delete
  12. Saya belum nonton film ini. Maklum penggemar nonton film dan drama korea. Meskipun sebenarnya saya suka nonton film action, namun tahun ini agak tidak tertarik nonton apapun T-T adakah yang salah dengan diri saya? Eh, ini jadi curhat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wajar ji kak, selera orang beda-beda. Hehe.

      Delete
  13. Masukmi list nonton ki tapi belum sempatka pergi nonton, banyak sekali review di IG Saya baca yg bilang kalau ini mmg film penutup tahun yg keren

    ReplyDelete
  14. Huwaaa belum pa nonton hiks... Kudu nonton ini. Ini film DC terbaik? Mengalahkan Wonder Women? Atau sampai mengalahkan Batman The Dark Night?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba mi nonton kak, buktikan sendiri. Hehe.

      Delete
  15. saya belum nonton sih kak.. tapi kalo melihat pesan di akhir artikel, sepertinya bangsa laut tdk senang dgn sikap bangsa darat yg suka mengotori lautan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ada scene-scene yang menyinggung tentang pencemaran laut. Makanya King Orm tambah marah. Hehe.

      Delete