December 25, 2018

Indonesian Youth Generation


Orang yang banyak menghabiskan waktu di Instagram adalah orang yang punya masalah dengan kesibukan. Itulah yang saya lakukan hari itu, tak ada aktivitas sama sekali selain menyelam di platform media sosial yang yang dimana orang berlomba-lomba memamerkan tentang hidup siapa yang paling asik. Menonton satu persatu instastories orang yang kenal saja tidak, ada yang menarik, ada yang cuma sekedar pamer dan ada pula yang dengan bangga mempertontonkan kebodohan.

Tidak lama kemudian saya melihat di kolom explore Instagram sebuah foto yang berisi info perekrutan anggota. Melihat itu membuat dalam diri saya muncul sebuah rasa penasaran, lalu berubah menjadi sebuah ketertarikan. "Indonesian Youth Gereration, wadah pemuda dalam mengeksplore minat dan kemampuannya untuk berkontribusi di Indonesia, baik di bidang pendidikan, kepemudaan dan lingkungan", itulah yang tertulis di bio Instagramnya.

Saya kemudian mendaftarkan diri, melalui tahap demi tahap hingga dinyatakan lolos dan berhak mengikuti Capacity Building & Character Building (CB2) . Salah satu hal yang membuat saya makin tertarik pada saat mengikuti CB2 adalah sebuah tagline Millenials Generation. Baru kali ini saya masuk ke organisasi yang menyoroti isu-isu millenials, kebanyakan yang saya lihat kurang simpati terhadap perilaku-perilaku generasi millenial yang terlihat senang dengan gadget, media sosial dan hal yang instant. Hmmmm...

Pada saat kegiatan Capacity Building & Character Building berlangsung, saya terlambat sekitar satu jam lebih. Bukan karena tidak menghargai waktu, tapi ada hal yang lebih prioritas untuk diselesaikan lebih dulu.

Nah, pada saat saya tiba di lokasi, saya sudah ketinggalan sesi pertama. Sesi kedua pun sudah mulai berlangsung entah berapa lama. Materi yang disampaikan adalah tentang bagaimana membangun sebuah karakter. Saya duduk manis menyimak pemateri yang kurang lebih terlihat seperti lagi mengikuti seminar motivasi. Setelah sesi tersebut selesai, langsung dilanjut dengan sesi tanyajawab, kemudian break sejenak sembari isi perut (kebetulan saya sudah sangat lapar) sambil diberi hiburan dari kakak-kakak di Indonesian Youth Generation berupa penampilan sulap dan pertunjukan boneka.

Setelah break tadi kami kemudian kumpul kembali, dibagi dalam beberapa kelompok untuk nantinya melaksanakan social project yang rencananya akan diadakan di pertengahan bulan Januari. Kami kemudian diberikan waktu untuk saling diskusi sesama kelompok. Hanya saja dikarenakan waktu yang sangat terbatas, 15 menit yang diberikan untuk diskusi sebagian besar hanya dihabiskan untuk kenalan satu sama lain. Lagi pula 15 menit diskusi apaan? Jalan sama gebetan saja terus ngeobrol mau makan apa bahkan bisa lebih lama itu. Jadi kami akan melanjutkan diskusi tersebut selepas kegiatan ini.

Lalu sampai pada sesi terakhir yaitu penukaran kado. Jadi, jauh hari sebelum kegiatan ini berlangsung, kami sudah diberikan informasi bahwa ketika mengikuti kegiatan CB2 kami diwajibkan untuk membawa sebuah kado. Apapun itu. Nah, kado yang saya bawa pada saat itu adalah buku The Geography of Bliss-nya Erick Wener. Saya bingung kadonya ini untuk apa? Masa iya untuk pengurus-pengurus Indonesian Youth Generation. Tapi ternyata kadonya tersebut untuk saling tukaran kado bagi kami sesama anggota baru.

Lihat postingan ini di Instagram

Millenials. #IndonesianYouthGeneration

Sebuah kiriman dibagikan oleh Mukhsin (@mukhsinpro) pada


Di Indonesian Youth Generation, seperti dengan namanya dipenuhi dengan generasi-generasi muda. Generasi yang sekarang ini dikenal dengan nama generasi millenial. Generasi yang menurut saya unik karena begitu akrab terhadap dunia digital. Generasi kita selalu punya cara yang unik dalam menyelesaikan sebuah masalah, dan tidak ada pada generasi-generasi sebelumnya.

Harapan saya di Indonesian Youth Generation ini adalah saya bisa turut andil dalam berkontribusi kepada masyarakat, sehingga tentunya ada dampak yang bisa saya berikan kepada masyarakat. Terkait social project apa yang akan kami laksanakan nantinya? Rahasia dulu ya. Kalau ada kesempatan akan saya tuliskan di blog ini lagi. Sampai jumpa tahun depan. See ya! Eh, Happy New Year!

22 comments:

  1. Mantap ini Indonesian youth generation.. Semoga saja bisa memberi dampak positif ke Masyarakat..bdw di nanti yah social projectnya. .

    ReplyDelete
  2. Selalu senang klo anak muda di Makassar semangat untuk berkontribusi dan menjalankan project sosial. Semoga projectnya lancarr 😊

    ReplyDelete
  3. mantap skali buka explore terus dapat postingan yg menarik seperti Indonesia Youth Generation. semoga lancar dan sukses buat social projectnya :)

    ReplyDelete
  4. waaah kadonya kok oke sekalii, mau juga.. maksudnya kado bukunya hahaha. Memang paling benarlah mengisi kekosongan dengan kegiatan2 kayak gini, kegiatan positif. Btw, itu yang isi instastorynya pamer2 jangan2 saya, kan suka pamer gituu kayak pamer makanan atau pamer lagi di manaa huhuuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak. Dan bukan ji kita kumaksud, tenang. Hehehe.

      Delete
  5. Agak shock baca kalimat pembukanya..
    Saya gak setuju kalo dikatakan "Orang yang banyak menghabiskan waktu di Instagram adalah orang yang punya masalah dengan kesibukan.".
    Sebagai pengguna Instagram, saya banyak menghabiskan waktu di media itu, bukan karena kurang atau gak ada kesibukan, tapi di situ lah salah satu "kantor" saya.
    Jadi mungkin sebaiknya penggunaan kata "sebagian orang" lebih bagus supaya kesannya gak men-judge semua pengguna Instagram..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menghabiskan waktu yang saya maksud disitu yang kerjaannya cuma scoll beranda, ngelike foto-foto orang, dan nonton instastories. Tanpa ada tujuan yang jelas.

      Delete
  6. Anak muda milenial memang harus kreatif dan harus mengisi waktu dengan kegiatan positif. Di tunggu project socialnya.

    ReplyDelete
  7. Ada nasihat, "jangan kasih anak muda waktu luang". Tetap bergerak, bergiat untuk diri sendiri dan orang lain agar jadi pribadi yang bermanfaat. Semangat.

    ReplyDelete
  8. Anak muda dan teknologi sepertinya sekarang ini susah dipisahkan. Maka perlu kegiatan yang positif agar generasi millenials ini nda salah arah dalam menggunakan teknologi. Keren eventnya.

    ReplyDelete
  9. Keren ini kegiatan Indonesian Youth Generation. Selalu support dengan social projectx yg melibatkan anak muda sebagai generasi bangsa. Semoga kedepannya makin banyak kegiatan seperti ini ter-agenda-kan.

    ReplyDelete
  10. masa muda harus dimanfaatkan sebaik baiknya, salah satunya dengan bergabung dengan komunitas yang meningkat value , sukses Indonesian youth generation 😊

    ReplyDelete
  11. salut sekali dengan diadakannnya Indonesian Youth Generation ini.. jadi bisa memandu generasi muda kita untuk bisa lebih smart dan bijak untuk bersosialisasi di dua dunia, nyata dan maya :)

    ReplyDelete