March 10, 2018

#LetsGuide dengan Google Local Guides


Google Local Guides sekarang menjadi komunitas yang mulai besar di Indonesia. Ini dibuktikan dengan munculnya berbagai komunitas-komunitas kecil di berbagai daerah yang ada di Indonesia. Saya pun menjadi salah satu bagian dari mereka, walaupun belum memberikan pengaruh besar. Kalau diumpamakan saya ini mah cuma remah-remah krupuk nasi kuning.

Google Local Guides Makassar adalah komunitas saya. Sampai sekarang teman-teman disana sudah semakin bertambah banyak. Grup WhatsApp sudah tak lagi sepi. Selalu saja ada pembahasan menarik di dalamnya, untungnya tidak ada yang suka spam kirim pesan-pesan tidak jelas di dalam. Salah satu pembahasan yang mungkin cukup panjang diobrolkan mungkin tentang jadwal meet up. Susah banget ngatur jadwal. Tapi ya memang teman-teman di Google Local Guides Makassar itu orangnya sibuk-sibuk semua, bahkan banyak yang sudah berkeluarga.

Sugguh saya kagum dengan mereka, mereka rela gabung Google Local Guides dengan sukarela. Mereka senang membantu orang lain. Itu merupakan salah satu cara menyalurkan passion untuk membuat orang lain jadi lebih mudah. #LetsGuide


Hal yang paling saya suka di Local Guides adalah menambahkan sebuah foto. Jujur saya tertarik dengan dunia fotografi. Dengan ini tentunya mengasah saya dalam mengambil gambar dengan baik. Salah satu foto saya bahkan sudah dilihat lebih dari 43.000 kali. Tentunya saya heran mengapa bisa diliat sebanyak itu. Beda dengan foto-foto saya lainnya yang hanya ratusan atau ribuan. Setelah saya analisa, ternyata pengambilan gambar yang baik mempengaruhi jumlah orang yang melihat.

Teman-teman di grup malah bisa sampai dilihat jutaan kali dengan foto yang keren. Ini tentunya semakin memotivasi saya untuk mendapatkan foto yang baik. Apalagi kalau sudah dilihat sampai 1000.000 kali, maka saya akan mendapatkan badge Fotografer Master. Untuk sekarang ini saya masih di level Fotografer Ahli.

Google Maps tentunya sangat membantu menemukan tempat yang diinginkan. Jika ada orang yang mencari sebuah tempat, misalnya cafe, lalu bertanya sama saya. Saya tinggal mengirimkan ke dia link tempatnya. Saya tidak perlu lagi pusing-pusing untuk menjelaskan kalau kau harus belok kanan atau belok kiri. Di Google Maps sudah jelas. Dengan bantuan GPS kau tidak perlu lagi turun ke jalan, lalu bertanya ke orang sekitar. #LetsGuide

Tapi, beberapa hari yang lalu mulai menuai kontroversi. Polisi kini melarang pengendara motor atau mobil untuk menggunakan GPS.  Apabila ada yang kedaatan maka akan diberikan denda sebesar Rp750.000. Alasannya karena akan mengganggu konsentrasi dan membahayakan  pengendara lain. Jika mengganggu konsentrasi jadi sebuah alasan, sesunggunya rindu saat berkendara jauh lebih mengganggu konsentrasi.

10 comments:

  1. Respect terhadap kebersamaan dan kekompakan. Di tempat saya komunitas tidak terlalu banyak. Agak sulit anak-anak muda di sini untuk berkembang.

    Respect juga terhadap paragraf penutup yang 'wow' :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kedepannya komunitas di daerahnya semakin banyak, ajak ana-anak mudanya untuk membuat komunitas yang sama.

      Rindu memang bikin konsentrasi buyar. Hehehe...

      Delete
  2. Nice min 😆 tulisannya menarik dan membawa pesan buat anak2 muda agar bisa berkomunitas yg tentu agar mereka bisa lbh maju dan membawa manfaat..sy jg dr Makassar,kalo boleh share info dan ilmunya dong min ..ketemu sama teman2 saya 🤣🤣 btw remah2 krupuk nasi kuning apa njo ? 😂

    ReplyDelete
  3. sepertinya Google local guide bagus juga ya. Saya belum tergabung dimana-mana sih secara hidup nomaden saat ini.
    hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hidup nomaden malah lebih seru gabung Local Guides. Hehehe...

      Delete
  4. Membaca artikel ini,aku jadi semangat akan kuaktifin lagi jadi local guide.
    Beberapa waktu lalu sempat terhenti.
    Pernah muncul rasa seneng banget juga saat ada email dari Google kalau foto local guide ku sudah dilihat banyak orang ☺

    Terimakasih infonya ya.

    ReplyDelete
  5. saya pernah join sih bang.. beberapa kali juga review.. tapi dulu.. duluuu sekali waktu negara api belum menyerang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang negara apinya masih sering menyerang atau sudah berhenti?

      Delete