March 3, 2018

Belajar Menjadi Kreator Kekinian Bersama Raditya Dika

Tidak lama lagi, dunia nyata dan dunia maya akan berjalan saling beriringan. Orang-orang zaman sekarang atau sering disebut dengan nama millenial lebih tertarik untuk bekerja di dunia maya daripada memiliki perkerjaan di sebuah perusahaan. Saya sendiri pun tertarik dengan hal itu.

Mengingat saya ini menulis di blog pribadi saya, sering kali juga jadi desain grafis. Apa yang saya buat tersebut adalah sebuah konten. Oleh karena itu, menyebut diri saya sebagai konten kreator terdengar sah-sah saja.

Ketika Raditya Dika mengadakan tour ke beberapa kota di Indonesia, salah satunya adalah Makassar. Tanpa pikir panjang, saya langsung mendaftarkan diri di acara bernama Belajar Jadi #KreatorKekinian Sama Raditya Dika. Makassar menjadi kota kedua tempat dilaksanakannya acara tersebut yang sebelumnya berada di kota Surabaya. Acara tersebut dilaksanakan di Gammara Hotel Makassar. Dikarenakan tempatnya agak jauh dari tempat saya tinggal, saya berangkat 30 menit lebih awal dari jadwal yang ditentukan.

Dalam perjalanan ternyata jalannya begitu macet, sialnya lagi saya sempat tersesat dan harus putar balik beberapa kali. Untungnya ada Google Maps, jadi saya tidak terlalu lama berputar-putar di jalanan. Sampai di lokasi ternyata tempatnya sudah begitu cukup ramai, kursi-kursi bagian depan sudah terisi penuh. Beruntung saya masih mendapatkan kursi di bagian tengah.

Sebelum acara dimulai, panitia menyampaikan beberapa aturan pada saat acara berlangsung. Hal yang paling sulit untuk diterima adalah larangan membawa kamera profesinal DSLR/Mirrorless untuk mendokumentasikan acara tersebut. Tapi untungnya masih diperbolehkan untuk mengambil gambar menggunakan smatphone.

Pandu Winoto, Raditya Dika, Denis Adishwara, Tumming & Abu.
Sesi pertama dibuka oleh MC yang sangat keren, dia adalah orang yang akhir-akhir ini paling sering kolaborasi bersama Raditya Dika di channel YouTube-nya, terumata konten perang makanan. Siapa lagi kalau bukan Pandu Winoto a.k.a Pandu. Kesan pertama saya melihat Pandu, orangnya itu absurd. Kenapa saya mengatakan absurd, karena baru hitungan detik saja ia menaiki panggung, tawa orang-orang sudah sangat pecah. Dari tempat ini saya mulai sadar bahwa selera humor saya begitu rendah.

Sesi ke dua dilanjutkan dengan pengenalan tentang Creators Academy Asia oleh Denis Adishwara. Di sela-sela pengenalan tentang Creators Academy Asia, tidak jarang Pandu dan Denis mengerjain para penonton.

Selanjutnya, orang yang paling ditunggu-tunggu akhirnya akan naik ke atas panggung, siapa lagi kalau bukan Raditya Dika. Ia memberikan kiat-kiat menjadi seorang konten kreator yang sukses karena prestasi, bukan karena sensasi.


Raditya Dika bercerita tentang kisah kesuksesannya namun dikemas dengan sangat kocak bersama Pandu. Satu hal yang saya garis bawahi adalah ketika ia mengatakan, kurang lebih seperti ini "Tujuan menjadi seorang konten kreator bukan untuk mendapatkan uang, kepopuleran dan lain sebagainya. Melainkan kita melakukannya karena memang kita suka".

Hal tersebut tentunya sudah saya terapkan ketika memulai blog ini. Saya memang suka menulis dan berbagi hal dengan orang-orang, terlebih lagi melalui tulisan. Ketika banyak orang-orang yang membaca blog saya, itu memberikan kebahagiaan tersendiri untuk kita sebagai kreatornya. Berbicara tentang uang, saya mungkin hanya dapat beberapa, belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Apalagi kepopuleran, followers Instagram saya cuman 600-an dan di Twitter cuman 700-an.  Jadi saran saya, follow dong! (ada di laman Kerja Sama & Kontak) Hehehe...

Ada banyak hal yang dibagikan Raditya Dika, salah satunya adalah bagaimana mendapatkan endors atau sponsor. Mau tahu bagaimana caranya? PUNYA BANYAK FOLLOWERS. Maaf, yang barusan itu bercanda.

Caranya itu mudah, cukup membuat konten secara konsisten. Misalnya, saya menuliskan di blog saya tentang game Mobile Legends, kemudian itu saya lakukan secara terus-menerus. Hingga suatu waktu pihak dari Mobile Legends mengunjungi blog saya dan suka dengan apa yang saya buat. Tentunya mereka akan tertarik untuk memberikan endors.

Setelah cukup lama Raditya Dika dan Pandu bercerita, kini kreator lokal daerah Makassar yang bergabung ke atas panggung. Mereka adalah Tumming & Abu. Bercerita tentang 2 orang tersebut, konten mereka telah saya nikmati semenjak kelas 3 SMA di Instagram. Video-videonya yang masih tetap menampilkan ciri khas dan keaslian dari Makassar membuat mereka berbeda dari yang lain. Mereka berdua kini menjadi kreator yang sukses di Makassar, mereka sekarang adalah YouTuber dan telah membintangi beberapa film lokal Makassar.

Memasuki penghujung acara, sesi terakhir diakhiri dengan Q&A atau tanya jawab. Beberapa orang dipersilahkan bertanya kepada semua orang yang berada di atas panggung. Baik itu mengenai tips, saran atau apa saja yang berkaitan dengan konten kreator.


Usai sudah acara Belajar Jadi #KreatorKekinian Sama Raditya Dika. Semoga anak-anak zaman sekarang tertarik dan ikut menjadi konten kreator yang berkualias. Impian menjadi konten kreator di zaman digital seperti sekarang ini adalah hal yang luar biasa. Jika teman-teman menemukan anak-anak, keluarga atau siapa saja yang mempunyai cita-cita ingin menjadi konten kreator, ayo dukung mereka.

6 comments:

  1. Replies
    1. Iya, gue juga udah fans dari dulu sama Raditya Dika.

      Delete
  2. Bener banget, kalo nulis konten harus kitanya yang suka, kita nulis ya buat diri sendiri bukan supaya keliatan bagus kalo dibaca orang lain hehehe walopun itu nilai tambah juga sih:)

    Follbacknya dong di http://www.onixoctarina.com/ thanksss ^.^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas komentarnya.

      Iya, udah gue folbek.

      Delete
  3. wah keren juga bisa bertemu Raditya dika dan ilmu pasti oke banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Raditya Dika memang orang yang luar biasa.

      Delete