January 20, 2018

Benarkah Cabai Efektif Turunkan Berat Badan? Ini Fakta Sebenarnya



Jika biasanya kita sering mendengar berbagai makanan bergizi untuk diet seperti buah dan sayuran, kini cabai juga termasuk di dalamnya. Rasanya yang pedas membuat banyak orang menganggap cabai sangat efektif menurunkan berat badan terutama jika dicampur dengan bahan-bahan lainnya. Apakah benar diet cabai aman untuk digunakan menurunkan berat badan? Yuk simak fakta berikut ini agar tidak menjadi salah kaprah.

Mengenal Diet Cabai

Diet cabai (cabe), merupakan sebuah kombinasi ramuan bubuk cabai (bisa juga menggunakan bubuk
paprika pedas), perasan lemon, atau cuka apel. Diet ini dipercaya bisa menjadi sebuah cairan detoks yang ampuh menurunkan berat badan dan mempercepat pembakaran lemak. Cabai rawit ataupun bubuknya, diketahui berperan untuk mempercepat metabolisme dalam tubuh. Menurut ahli biologi Helen Kollias, seperti yang dikutip dari Livescience, kandungan Capcaisin pada cabai rawit dapat merangsang hormon yang menyebabkan detak jantung dan pernapasan kamu jadi lebih cepat.

Sementara itu, perasan atau sari lemon dipercaya bisa melunakkan makanan yang kamu konsumsi menjadi feses lebih cepat. Pasalnya, sari lemon cepat diserap oleh tubuh. Meminum perasan lemon dan cabai beberapa kali sehari dianggap sebagai solusi untuk menahan lapar dan menekan nafsu makan.

Ramuan ini juga mampu membuat tubuh mengeluarkan racun dan zat-zat sisa dalam tubuh. Proses ini dikenal dengan istilah detoksifikasi, dan membuat tubuh kamu jadi cepat langsing. Diet cabai sendiri belum terbukti baik untuk menurunkan berat badan mengingat kondisi tubuh seseorang berbeda-beda. Oleh karena itu kamu harus lebih teliti lagi sebelum menjalankan diet cabai ini. Ada beberapa risiko kesehatan yang perlu kamu ketahui, di antaranya.

Risiko Kekurangan Gizi

Menurut Susan Moores, dari American Dietetic Association, perasan buah lemon dan cabai pada ramuan diet ini tidak mengandung banyak nutrisi di dalamnya. Kalau kamu menggantikan makan dengan ramuan diet ini, kamu akan berisiko mengalami kekurangan gizi. Hal ini bisa menghambat proses

kamu menurunkan berat badan. Pasalnya, orang yang tubuhnya kekurangan gizi cenderung lebih cepat dan jadi ngidam makanan yang tinggi kalorinya. Suasana hati tak tentu selain tubuh yang kurang gizi, Susan Moores mengkhawatirkan orang-orang yang menjalani diet ini akan mengalami mood atau suasana hati yang tidak stabil. Misalnya, pelaku diet akan menjadi cepat bosan, mudah marah, sulit berkonsentrasi dan mungkin bisa mengalami sakit kepala. Ini wajar saja, kekurangan nutrisi memang bisa memengaruhi kondisi emosional seseorang. Suasana hati atau emosi kamu diatur di otak sedangkan untuk bekerja dengan baik, otak butuh nutrisi yang lengkap. Misalnya dari lemak baik, protein, dan mineral. Bila kamu menjalani diet cabai dan mengurangi asupan nutrisi, tentu otak tidak bekerja dengan baik sehingga emosi kamu jadi berantakan.

Efek Detoks

David Dahlman, seorang ahli gizi dari AS, mengatakan bahwa diet ini tidak berbahaya. Namun untuk masalah detoks, diet ini bisa dikatakan gagal. Perlu diketahui bahwa detoksifikasi bekerja dengan mencerna nutrisi yang dimakan, disaring oleh hati, dan kemudian dikeluarkan entah lewat feses atau urine. Sedangkan menurut Dahlman, diet cabai ini tidak memberikan nutrisi yang diperlukan bagi hati untuk melakukan tugasnya. Maka dari itu, diet yang tidak menghadirkan beragam nutrisi dan gizi, meskipun dalam bentuk detoks sekalipun, bisa dibilang tidak bermanfaat untuk tubuh.

Jadi sudah jelaskan ladies bahwa diet cabai tidak seutuhnya dibenarkan karena belum terbukti baik untuk kesehatan kita. Diet dengan memperbaiki pola hidup agar menjadi lebih sehat adalah yang terbaik, bukan dengan menyiksa diri. Yuk, terapkan diet sehat alami tanpa efek samping!


4 comments:

  1. alamak,,semogah sayah ga makin langsing dan kurang gizi krn seneng mkan sambel :o

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga saja kak, jangan sampai kurang gizi juga. Hehehe...

      Delete
  2. Baru ini mas ada diet pakai cabai..pedasnye.

    ReplyDelete