October 6, 2017

Apa Kerennya Jago Desain Grafis?


Dewasa ini, desain grafis sudah tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan. Mulai dari brand, kegiatan, perusahaan, kampus, dan calon wakil rakyat membutuhkan desain grafis. Salah satu desain yang sudah hampir dikenali seluruh orang adalah logo centang milik Nike. Siapa sangka untuk logo yang sesimple itu dibeli dengan harga $35 atau sekitar IDR500,000-an. Masih banyak contoh lain dan tentunya jauh lebih keren.

Saya juga dulu pernah melihat sebuah Graphic Design Festival di internet dan kelihatan sangat keren. Beragam karya dipamerkan mulai dari flyer, brosur, poster, selain itu ada berbagai karya lainnya yang dibiarkan menyatu dengan desain grafis itu sendiri. Karya grafis lumrahnya memang hanya dinikmati ketika sudah tampil dihadapan publik, padahal dalam proses pembuatannya melibatkan imajinasi dan hal-hal logis yang harus dihargai secara menyeluruh.

Banyak juga desain grafis yang menyingung relitas sosial yang terjadi, memancing opini publik dan tentu saja sangat keren kelihatan.


Dengan bermodal laptop dan aplikasi Photoshop (yang saya unduh gratis di internet) saya kemudian belajar desain grafis dan sedikit demi sedikit saya mulai mengerti. Dengan meniru desain-desain yang tersebar di internet ternyata itu tidak begitu sulit. Dengan niat pamer, saya kemudian memposting hasil karya saya di Facebook dan teman-teman saya pun lambat laun juga mulai mengetahui hal tersebut, dan tentunya itu keren sekaligus menjadi sebuah malapetaka.

“Eh, jago ko desain toh, bikinkan ka spanduk nah!” Ini kalimat yang pernah diajukan teman dekat saya melalui chat WhatsApp. “Desainnya terserah, soalnya besok lusa kegiatannya sudah dimulai” Lanjutnya seolah mengharapkan belas kasih. Itu contoh kalimat biadab yang sering saya dapatkan melalui chat. Jelas ini menyebalkan.

Perasaan dilema pun dimulai!

Mau mengerjakan, tapi tidak ada bayaran. Mau tidak, tapi ujung-ujungnya pasti dibilang pelit. Ya, karena saya adalah orang yang baik hati saya pun menerima permintaannya. Saya pun mulai membuka laptop dan membuat konsep. Dengan modal kata “terserah” saya buat apa adanya terlebih dahulu.

“Bagaimana? Selesai mi” chatnya di pagi-pagi buta.
“Belum, masih setengah bro”
“Nanti malam selesai ji toh? Kalau sudah selesai langsung kirim saja nah”
“Iya, siap!”

Kata “terserah” nyatanya lebih sulit dari apapun. Dibuat seadanya nanti disuruh revisi, tapi bodo amat! Dari pada desainnya tidak jadi-jadi mending saya buat apa adanya. Persetan dengan revisi, yang penting selesai. Sekitar satu jam saya habiskan untuk mencari ide hingga lahirnya desain spanduk tersebut. Tanpa pikir panjang saya kemudian kirim filenya.

“Tidak bisa diubah fontnya nah, soalnya kurang menarik ki. Backgroundnya juga, biar kegiatan ini lebih tersampaikan”, bukannya minta terima kasih malah minta revisian. Kalau sudah dalam keadaan seperti ini, mau tidak mau ini waktunya untuk mengeluarkan 1001 macam alasan untuk menolak.

Ini bukan pertama kalinya saya diminta untuk mengerjakan proyek tengkyu seperti ini, dan tidak sering saya menolak. Saya punya sebuah teori yang cukup simple yang harus dipahami oleh seluruh umat terutama yang butuh jasa desain grafis dari seseorang.
  • Mau GRATIS = Bikin sendiri!
  • Mau CEPAT & MURAH = Kulitas Rendah
  • Mau BAGUS & MURAH = Entah Kapan Selesainya
  • Mau CEPAT & BAGUS = Mahal (Harga Sebanding)

Satu hal yang harus dipahami, desain grafis tidak semudah yang kalian lihat. Dimana desain grafis hanya duduk di depan komputer dan dilengkapi dengan sejata (mouse). Kalian semua berpendidikan kan? Saya bertanya demikian karena hanya ingin memberi contoh sederhana, dulu waktu sekolah bagaimana rasanya mengerjakan soal trigonometri? Apa sekarang masih berani berhadapan dengan soal seperti itu? Padahal kan cuman duduk dan hanya dengan modal pulpen. Intinya tidak ada yang gratisan bro!


30 comments:

  1. Rumitnya mulai dari ide lanjut ke tekhnik dan proses yang detail agar lebih bagus. Sangat sulit jauh dari yg dibayangkan generasi praktis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Entah kenapa hal demikian sangat kurang apresiasi, untung-untung dapat ucapan terima kasih.

      Delete
  2. Kalau nggak bayar, namanya desain gratis nih. Orang yang nggak kenal bagaimana sulitnya desain emang ke gitu, bisanya mencibir saja. Di grup Facebook Photoshopper Indonesia minta desain gratis pasti habis dibully nih. :D Hahahaha, semoga yang minta gratis itu mbaca postingan ini mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Kalau begitu share, biar orang-orang yang suka minta jasa desain gratis ini bisa lihat dan paham betapa sulitnya ngedesain sesuatu.

      Delete
  3. Mantap, tulisannya sangat inspiratif bgt

    ReplyDelete
  4. Bener banget rata " pada pengennya desain gratis dong nnti jadiin ya bla bla

    ReplyDelete
  5. bentul itu bro... banyak orang mnyepelekan karya seni, karna ngomong itu lebih mudah dari bertindak..
    share aja nih artikel, biar pada nyadar..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap bro! Memang begini jadinya jika orang hanya memandang hasil bukan prosesnya. Padahal sesederhana apapun hasil yang telah dibuat, pastinya tidak pernah lepas dari proses yang menguras tenaga dan waktu.

      Delete
  6. Desain musti pake ide, nah mikirin ide yang susah terus dimintain gratis hadeehh

    ReplyDelete
  7. wah saya juga punya pengalaman gan waktu agustus'an di suruh bikin desain baner sama anggota karang taruna padahal waktu acaranya kurang beberapa jam lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Anjay, gimana caranya mau nolak kalau yang minta anggota karang taruna, bisa-bisa dibanting.

      Delete
  8. Pengalamaan desain ga punya maen sotoshop aja ga paham, rumit banget abisnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hidup ini memang rumit. Hahaha...

      Delete
  9. nyesel dulu males belajar corel dkk
    sekarang nyesel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak ada kata terlambat kok untuk belajar.

      Delete
  10. Sayangnya di indonesia yang lebih sering diterapkan "Desain Gratis" Bukan "Desain Grafis"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, karena di Amerika Serikat atapun Inggris lebih sering menerapkan "Free Design".

      Delete
  11. kalau saya tambah satu aplikasi lagi, coreldraw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Corel Draw juga masih satu keluarga.

      Delete
  12. Hmm, memang kesannya kesal apa lagi sama teman-teman yang taunya hanya minta editin ini, editin itu, desain grafis bukan desain gratis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Iya bang, bikin KZL KZL KZL.

      Delete
  13. paling kesel sama temen yang minta bantuan gak jelas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya namanya juga gak jelas, siapa yang gak kesal coba. -_-

      Delete
  14. Kata mutiara di akhir ad benernya juga, bikin jlebbbbb!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kata mutiara kalau dijual mahal gak?

      Delete
  15. setelah saya baca semua kata kata nya tidak bertele tele dan ternyata artikel nya keren keren MANTAPSZZZZzz

    ReplyDelete
  16. Ngerti banget rasanya dapet projek tengkyu, hahaha
    Tapi saya masih mending, dapet ucapan terima kasih, pujian dan traktiran... tapi tetap aja... desain grafis itu bukan desain gratis!

    ReplyDelete

Jika berkunjung ke blog saya jangan lupa untuk meninggalkan sebuah komentar. Terserah kalian mau ngomong apa yang penting masih dalam batas wajar.