April 6, 2017

Cerita dari Desa Kanie di Sidrap


Satu minggu kemarin adalah satu minggu yang paling melelahkan sekaligus satu minggu paling berkesan buat saya. Hari dimana saya dan teman-teman melakukan kegiatan bakti sosial di Kabupaten Sidrap, tepatnya di desa Kanie. Disanalah kita berkumpul, melaksanakan beberapa agenda yang telah jauh hari direncanakan. Servis murah, pelatihan servis, pelatihan robot, dan aksi bersih sukses terselenggara.

Ini adalah pertama kalinya saya ikut dalam kegiatan bakti sosial sekaligus pertama kalinya saya menjadi panitia bakti sosial seperti ini. Awalnya saya menolak karena saya tiba-tiba diberikan SK Kepanitiaan yang nama saya tercantum di dalam tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan dari saya. Tapi lama-kelamaan, tidak apalah, hitung-hitung pengalaman baru. Kegiatannya yang akan dilakukan juga positif kok.

Sebelum kegiatan dimulai, hal yang cukup menyiksa sebagai panitia adalah penggalangan dana. Lucu rasanya ketika kami harus turun ke jalan menumpulkan uang dengan cara menjual cemilan yang harganya bisa sampai dua atau tiga kali lipat, target yang dipatok pun sampai melebihi uang kuliah saya selama 14 semester. Hahaha... Itu bahkan bisa untuk membeli satu truk pemen loli  milkita, yang dimana tiga permen loli milkita itu sama dengan segelas susu. Tapi biarlah, begitulah salah satu alternatif mahasiswa di Makassar kalau lagi butuh dana untuk melaksanakan kegiatan.

Posko Bakti Sosial
Ada begitu banyak hal yang khas di Sidrap, salah satunya yang paling menonjol adalah logat. Dapat dikatakan bahwa tiap-tiap daerah yang ada di Sulawesi ini punya logat masing-masing, this is unique. Jadi tanpa ditanya asalnya dari mana orang bisa tahu dari cara bicaranya. Intonasi nada yang bagi saya begitu lucu, apalagi kalau sudah menggunakan bahasa bugis, it's super funny. Saya yang sama sekali tidak paham dengan bahasa bugis ditambah logat yang tidak familir di telinga saya membuat saya seakan-akan berada di dunia lain.

Hal lain yang membuat saya kagum dengan daerah ini adalah kulinernya. Untuk masyarakat Sulawesi Selatan, siapa sih yang tidak kenal dengan Nasu Palekko, salah satu kuliner yang cukup populer. Biasanya terbuat dari daging bebek atau ayam yang dipotong kecil-kecil, terus dimasak di dalam bumbu sederhana namun sepertinya punya resep rahasia seperti resep Krabby Patty-nya Krusty Krab.

Nasu Palekko
Belum sampai disitu, hal yang membuat masakan ini semakin enak yaitu karena rasa pedasnya. Takaran cabe-cabean yang dipakai saya rasa tidak wajar, bahkan terlihat berlebihan. Tapi saya yang aslinya tidak suka makan pedas malah sesekali nambah, bagaimana yang memang suka makan pedas? Sederhananya makanan ini menyiksa namun bikin ketagihan. (Ups...) Saya rasa makanan ini bisa jadi candu, bahkan bisa lebih berbahaya dari penggunaan zat adiktif. Coba saja kalau tidak percaya. Hahaha...

Seminggu lamanya saya di Sidrap, turut serta mensukseskan kegiatan bakti sosial yang diadakan bersama para teman di kampus. Ada banyak pelajaran yang bisa didapatkan dari kegiatan seperti ini, juga menambah banyak teman baru tentunya. Harapan saya sederhana, semoga bukan hanya pada kesempatan seperti ini saja saya bisa berkunjung ke daerah ini. Dan semoga setelah kegiatan ini, kedepedulian terhadap masyarakat semakin menebal, sehingga bisa turut memberikan uluran tangan kepada sesama.

Hari itu di Sidrap, kami mengobrol, kami bercanda, kami berteori, kami berfilosofi, pada tempat yang penuh romantisme di bawah bumi Nene Mallomo. Tabbagei Cedde, hehehe... (trying to speak bugis language)



31 comments:

  1. emang enak tuh nasu palkko, :D gue pernah nyoba sampe berkalikali jirrr.... kalo di bandung ada yang jual ga ayh

    ReplyDelete
  2. Itu makanananya enak banget keliatannya gan, duhh jadi lapar :D
    Jangan lupa berkunjung ke blog saya ya gan > Catatan Kecil | Tempat Untuk Berbagi Pengalaman

    Teknologi: Koleksi Virus Komputer yang Sangat Berbahaya

    ReplyDelete
  3. Kayaknya mantap tuh, mirip tongseng ya pedesnya!!

    ReplyDelete
  4. Nasu Palekko unik banget namanya pasti rsanya juga khasss bolela dikirimin ke Bandung hahaha >>keburu basi :p

    ReplyDelete
  5. Saya suka makan Nasu Palekko, andalan itu.

    ReplyDelete
  6. Waah asiknyaa ikut bakti sosiaal mas 😁 serunya berbagi keahlian dengan yg lain. Good job 😊

    Penasaraan pengen icip nasu palekko. Namanya unik pasti mantep banget rasanya. Hehehe

    ReplyDelete
  7. Itulah kekayaan indonesia, indonesia kaya akan budayanya makanya harus kita pertahankan, setiap yg mudah ditebak logatnya ya logat jawa , sunda, betawi, batak, papua kalau yang lain saya kurang begitu paham

    ReplyDelete
  8. Nasu Palekko itu kalo di jawa belinya dimana yaa? wkwkw sepertinya enak. Hahahaa...
    Dari jauh nampak seperti rendang, tapi bukan daging sapi. Daging bebek itu enak sekali, apalagi kalo pedas. Nasu Palekko sepertinya cocok untuk lidah saya. xD

    ReplyDelete
  9. Beruntung ki orang yang ajak Mukhsin di kegiatan seperti ini, pasti ditulis di blognya :)

    Orang Bugis beda2 cara bicaranya, ada juga kata-katanya yang berbeda. Bapak saya dari Wajo - Soppeng, beda cara bicaranya dengan suami saya yang Sidrap - Pinrang, tinggal di Parepare. :)

    ReplyDelete
  10. wah seru juga tuh kelihatannya, jadi pengen ikutan nih hehehe...

    ReplyDelete
  11. anak-anak muda keren,daripada kemana-mana mending kerja bakti ya

    ReplyDelete
  12. mantab udah lama gak main ke desa nih ane hehehe

    ReplyDelete
  13. wah jadi penasaran saya dengan makanan nasu palekko, sayang di tempatku gak ad yang jualan.

    ReplyDelete
  14. Nasu Palekko terlihat mirip seperti rendang ya :) Memang kalo berkunjung ke suatu kota, mencicip kuliner jadi agenda yang nggak boleh ketinggalan..

    ReplyDelete
  15. Hahahah, saya orang sidrap. Rumah sy jg ndk terlalu jauh neh dr desa kanie,,,
    kalo nasu palekko pasti mi iya pedas, kalo ke Sidrap hrs meki itu cicipi ki itu.

    ReplyDelete
  16. mntap nih desa btw nice infonya gan bermanfaat banget...

    ReplyDelete
  17. kuliner yang mantap kayanya ini. :)
    cerita yang bermanfaat gan. :)

    ReplyDelete
  18. waish..keren mas, seru banget kayaknya. terus berkarya dan peduli..

    ReplyDelete
  19. harus lebih di galakkan lagi nih Program Pengabdian Masyarakat di berbagai penjuru Tanah Air, biar bisa salih Gotong Royong .....
    Nasu Palekko nya boleh juga tuh kalau mau nganter ke kantor saya, heeeee

    ReplyDelete
  20. Mukhsin malah nggak bisa bahasa Bugis ya. BTW itu makanan jadi penasaran pingin coba karena pedasnya itu, haha...

    ReplyDelete
  21. Jadi Penasaran Makan Nasu Palekko.

    ReplyDelete
  22. Gan Mukhsin, ikut belajar nge blog dong, hehe

    ReplyDelete
  23. Ini cerita nyata bner ya han,? sy she asal sidrap jg, tpi dh lama di manado.

    ReplyDelete
  24. Nasu Palekko terlihat mirip seperti rendang ya :) Memang kalo berkunjung ke suatu kota, mencicip kuliner jadi agenda yang nggak boleh ketinggalan..
    goldenslot
    บาคาร่าออนไลน์

    ReplyDelete
  25. Nikmatin terus bro kebersamaanmu mumpung msh bisa kumpul bareng.

    ReplyDelete
  26. Ke sidrap lagi mukhsin. Klo sy nikah 😄😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini calonnya sudah ada ndak? Hehehe...

      Delete

Jika berkunjung ke blog saya jangan lupa untuk meninggalkan sebuah komentar. Terserah kalian mau ngomong apa yang penting masih dalam batas wajar.