February 18, 2017

Ocehan Penulis Pemula

Sumber: https://picjumbo.com
Jujur saja, membuat kalimat pembuka di blog itu susah. Paling kalau sudah ada satu paragraf terus dibaca ulang pasti bawaanya mau dihapus lagi. Rasanya gengsi kalau masih pakai kalimat pembuka yang mainsream, pasaran dan monoton sepeti "Hello, kembali lagi ke blog saya...". Basi. Jujur saya juga pernah, tapi itu dulu. Sekarang saya harus berusaha agar tidak mengulang kesalahan itu lagi.

Walaupun menulis di blog itu bebas, tapi bukan berarti apa yang kita tulis itu bisa seenaknya. Bagaimana pun juga saya selalu ingin menghasilkan tulisan yang sebagus mungkin layaknya penulis yang hebat. Penulis yang kurang berpengalaman seperti saya ini biasanya langsung membuka laptop dan mulai menulis sebuah paragraf. Ketika beberapa paragraf selesai saya selalu menemukan sebuah masalah: Apa yang akan saya tulis selanjutnya? Disinilah saya mulai memahami letak kesalahan saya.

Semenjak saya mulai aktif menulis, saya paham bahwa ada sebuah keharusan yang harus saya lakukan. Salah satunya yaitu belajar banyak hal tentang bagaimana saya bisa menghasilkan sebuah tulisan yang baik. Faktor yang sangat penting untuk membuat sebuah tulisan yang lumayan panjang sepeti di blog adalah outline. Hal inilah yang mungkin sering saya abaikan, jadi jangan heran kalau kalian biasa bingung membaca tulisan saya.

Buat yang belum tahu apa itu outline saya akan menjelakan sedikit bahwa outline dalam sebuah tulisan itu adalah sebuah kerangka yang memuat garis-garis besar dalam sebuah tulisan dan tersusun secara sistematis. Dengan memperhatikan hal tersebut maka manfaat yang dihasilan adlah sebagai berikut:

  1. Membuat tulisan lebih terarah
  2. Menghindari pengulangan topik
  3. Memudahkan penulis membuat tulisan

Sebenarnya untuk menjelaskan lebih detail tentang apa itu outline pasti akan sangat panjang. Masih banyak poin-poin yang mesti diperhatikan. Lebih baik kalian googling saja untuk mendapatkan informasi dari berbagai macam sumber yang lebih terpercaya. Lagi pula apa sih yang tidak bisa di dapatkan di zaman sekarang.

Untuk setiap tulisan yang saya tulis, saya selalu memberikan target seberapa banyak kata yang akan saya buat. Minimal sih 500 kata untuk setiap postingan. Tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek. Salah satu alasannya juga biar pemmbaca tersayangku semua tidak jenuh dengan apa yang saya tulis. Tidak apa-apa sih sebenarnya panjang asalkan isinya ada manfaatnya, tapi kalau cuman curhatan penulis yang tidak jelas kurang asyik juga sebenarnya. Pak SBY saja jadi bahan bully-an netizen hanya karena kebanyakan curhat 140 karakter di Twitter. Bagaimana kalau di blog?

Mungkin akan ada yang bepikiran begini "Ngeblog ya ngeblog aja, kok ribet banget".

Kalau memang ada yang berpikiran seperti itu saran saya cukup sering-sering menulis. Hasil dari rutin menulis akan menambah kulitas tulisan kamu. Itu pun kalau kalian memang ingin kualitas tulisan lebih baik. Bukan hanya menulis, untuk memperbaiki tulisan kamu harus sering-ering membaca, karena ada quote yang mengatakan:

Penulis yang baik adalah pembaca yang rakus.

Menulis tanpa membaca itu ibarat perang tanpa senjata, sama halnya kalau kalian tidak membawa pulpen saat kuliah (keseringan dapat teguran). Intinya sih perbaiki kualitas tulisan kamu dan rasakan sendiri manfaatnya. Siapa tahu suatu saat jika kamu tidak diperdulikan di negara ini kamu bisa pergi ke negara-negara kaya yang lebih terbuka untuk menerima kamu. See ya!

30 comments:

  1. Outline saya pakai biasanya kalau nulis novel. Kalau blog karena cuma sedikit, jadi ya paling cuma bikin agendanya aja, setelah nulis tema yang ini, yang mana lagi.

    ReplyDelete
  2. Biasakan menyapa seseorang qwalaupun hanya dengan kalimat hay atau hello

    ReplyDelete
  3. mantap quotenya Penulis yang baik adalah pembaca yang rakus.

    ReplyDelete
  4. Iya bener. Outline membantu kita agar tulisan jadi terarah
    Saya merasakan manfaatnya ^_^
    Biasanya kalo nulis gak pake outline, tulisannya keluyuran kemana-mana. Trus gak tahu cara mengakhiri nya gimana, cckckckck

    ReplyDelete
  5. hehehe sy dulu kayak gitu juga gan. maklumlah waktu new bie dl. skrg sih sudah biasa aja.

    ReplyDelete
  6. Haters will be haters gan :v

    ReplyDelete
  7. Outline itu penting sekali apalagi buat artikel untuk dishare ke umum. Intinyajangan asal, ya kecuali kalau sudah mahir

    ReplyDelete
  8. Bener sin kalau buat kalimat pembuka di blog susah haha. Bingung aja buat kalimat yg antimainstream gitu. Tapi yaa namanya juga nulis yak haha

    Bener tuh penulis itu harus rakus membaca

    ReplyDelete
  9. justru lebih susah buat kalimat penutup. etapi tergantung lah. kan setiap orang beda2 ya :)

    ReplyDelete
  10. yaaa, kalo gue sih lebih susah kasih kalimat penutup ahahaha hapus-tulis-hapus-tulis, kalo nulisnya di kertas mungkin kertasnya udah kusut banget kali._.

    ReplyDelete
  11. Kadang udah panjang nulis eh, mandeg disitu susah cari mood lagi buat nulis

    ReplyDelete
  12. Bagus kok tulisannya. Tapi coba baca lagi deh dari awal, banyak typonya -__-'

    ReplyDelete
  13. Aku juga kadang bingung bikin separagraf aja lamanyaa buju buseeet, ini pun masih belajar siiih

    ReplyDelete
  14. YAS karena kita penulis, kita adalah pembaca yang rakus untuk tulisan kita sendiri hahaha.
    Betul sekali ya kalau terlalu panjang atau pendek takut si pembaca jadi tak jenuh.

    Tapi, baik itu tulisan panjang atau pendek pasti isinya selalu bermakna, berfaedah, berisi, berakhlak. Walaupun kadang suka tak ada manfaatnya.

    Btw aku abis follow blog ini, boleh minta followbacknya kaka? :)

    willynana.blogspot.com

    ReplyDelete
  15. Wah ... kalau saya jarang menggunakan outline. Kalau hanya menulis blog dan cerpen biasanya ngalir apa adanya. Tapi kalau menulis novel, outline itu rasanya perlu banget.

    ReplyDelete
  16. Kalau saya sih target tiap postingan itu paling dikit cuma 300 kata aja.

    ReplyDelete
  17. Ternyata pelajaran SMP dulu bahasa indonesia, mengarang, sangat penting yah. Baru disadari oleh banyak blogger setiap saat membuat topik yang mau diangkat.
    Termasuk saya juga sering blank, bolak balik dihapus

    ReplyDelete
  18. Penulis yang baik adalah pembaca yang baik pula, rakus itu berlebihan. Segala yang berlebih apalagi untuk tubuh akan jadi bahaya.

    ReplyDelete
  19. Hahahhaha... Sama yah brrti..

    Aku aja klo misalnya semangat nulis lagi menggebu2, langsung buka leppy ehh tpi bingung mau nulis apa..

    Nah sekrang aku sering bawa note kecil buat nyatetin hal2 penting yg bagus klo dijadiin tulisan. Nnti pas hari sabtu tinggal milih mau nulis yang mana..

    Salam kenal yah... Saya blogger banten

    ReplyDelete
  20. betul banget nulis untuk paragraf pertama itu susah susah gampang kadang suka ngakalin dan mencari ide dari membaca blog lain dulu

    ReplyDelete
  21. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  22. kadang memang rasanya males banget kalau mau tulis artikel

    ReplyDelete
  23. Bner Min. Outline Emang Harus Diperhatikan. Kalo Saya Minim kata itu 250 Kata. Karna ada Orang yang gk terlalu suka baca. jadi harus di pangkas lagi. Kadang Kalo Males Lagi Menghampiri Susah Banget Nulis Artikel.

    ReplyDelete
  24. Ane juga sering hilang topic di akhir paragraf tapi karena sering baca baca di artikel orang next paragraf ane tau apa yg harus di tulis seperti kitipan yg abang cantumin "penulis yg baik adalah pembaca yang rakus"

    ReplyDelete
  25. "Penulis yang baik adalah pembaca yang rakus"
    suka sama quote-nya!

    ReplyDelete

Jika berkunjung ke blog saya jangan lupa untuk meninggalkan sebuah komentar. Terserah kalian mau ngomong apa yang penting masih dalam batas wajar.

Like Us

Ini adalah personal blog milik Mukhsin, blogger yang masih merangkap sebagai pelajar absurd. Berisi tentang cerita, pengamatan, fenomena, tips, dan hal-hal yang absurd, tapi kadang ada bener.

Copyright

Alexa Rank