February 4, 2017

Nyaman dalam Bekerja

Nyaman dalam Bekerja

Tidak terasa sudah masuk bulan februari saja nih, itu berarti libur penjang udah berakhir, kuliah sebentar lagi (udah semester 4 nih) dan baru saya sadari kalau saya ternyata udah lama gak saya posting tulisan baru di blog saya. Apa yang saya lakukan kemarin-kemarin? Seharusnya di hari libur saya bisa lebih produktif.

Uuummm... Sedikit jujur saja deh sama pembaca blog saya kalau kemarin-kemarin itu saya punya banyak masalah, terlalu banyak beban pikiran buat saya kurang semangat. Tapi sudahlah, cukup ini saja yang saya ceritakan. Saya sudah malas curhat-curhat galau di blog. Biar saya sendiri yang menanggung deritanya dan kita menulis yang senang-senang saja.

Ngomong-ngomong saya sudah semester 4 saja nih, sebentar lagi saya bakal menulis kayak gini di postingan saya, "Tidak terasa udah sarjana saja nih, padahal kemarin rasanya baru masuk". Hehehe... Terus itu saya bekerja di perusahaan, dapet gaji, beli semua kebutuhan, terus itu nikah dan punya rumah sendiri. Ah, rasanya mudah banget kalau cuma modal ngayal doang. Coba bisa gitu, cukup ngucapin simsalabim abrakadabra dan semua jadi kenyataan. Sayangnya hidup gak semudah itu. Butuh kerja keras dan usaha untuk bisa mencapai sebuah impian.

Tapi impian saya apa yah? Kalau dilihat dari latar belakang pendidikan saya sudah pasti akan jadi guru. Enak sih kalau udah jadi PNS. Tapi kalau udah bertahun-tahun mengajar tapi belum terangkat, masih honor. Mending dipikir lagi deh. Lanjut S2 atau apa kek gitu. Mumpung usia saya masih termasuk usia yang sangat produktif apa salahnya kalau saya menyusun semua itu mulai dari sekarang. Lagi pula gak ada usaha yang menghasilkan hal yang besar dalam waktu yang singkat, yang terpenting kita terus belajar, berusaha dan sabar. Anak kecil saja untuk bisa berjalan ia akan jatuh berkali-kali untuk bisa benar-benar mampu berjalan dengan baik.

Ada cerita lucu yang ingin saya ceritakan, ini tentang diri saya sendiri. Pertama kali masuk kuliah dulu, bermodalkan laptop saya membuat blog ini. Menulis semacam tulisan yang puitis dan sesekali curhat lalu kemudian untuk saya posting. Namun beberapa orang justru memandang saya layaknya pemuda-pemuda alay di media sosial. Intinya saya sangat berbeda dengan mahasiswa pada umumnya yang suka berkoar-koar mengatasnamakan diri mereka sebagai agen perubahan. Tidak perlu saya jelaskan kalau menulis sendiri itu adalah salah satu cara untuk itu. Langsung searching saja di Google, banyak kok artikelnya.

Ini sudah jamannya hape udah pakai layar yang dicolak-colek. Tidak dipungkiri kalau lewat blog saya bisa menghasilkan. Zaman digital sudah membuka peluang sangat banyak, pekerjaan yang bisa dilakukan hanya dengan modal baring seenaknya di rumah sudah sangat mudah. Mungkin kalau orang primitif baginya pasti susah. Digital itu sudah jadi kenyataan, jangan ketinggalan zaman.

Kayaknya tambah turun tambah tengang yah. Hahaha... Rileks!

Kali ini sebenarnya saya cuman mau bilang kalau bekerja sebenarnya paling enak itu ketika kita mengerjakan sesuatu hal kita sukai, intinya hal yang membuat kamu nyaman. Sama seperti kamu, pekerjaan itu juga butuh dicintai. Bukan karena melihat dari segi gaji apalagi dari latar belakang pendidikan. Kalau masih melihat dari segi itu sih ada satu kata buat kamu, kampungan!
Quotes Ridwan Kamil
Quotes Ridwan Kamil
Contohnya banyak, seperti Marry Riana yang latar belakang pendidikannya jurusan teknik elektro bisa sukses di bidang bisnis dan namanya dikenal sebagai motivator hebat di Indonesia. Diluar negeri sana Mark Zukerberg yang dikenal sebagai mahasiswa yang kena drop out dari kampusnya bisa sebesar sekarang ini. Tentunya masih banyak lagi yang lain. Lagi pula saya lebih kagum sama mereka dari pada kepada orang-orang yang menduduki jabatan pemerintahan atas dasar mengatasnamakan penderitaan rakyat.

Mari merenung sejenak, alangkah indahnya ketika kita bisa menjadi bos diri kita sendiri. Tidak bekerja untuk orang lain, bisa mengembangkan usaha tanpa ada batas waktu pensiun dan tentunya bisa diwariskan ke anak -anak kita untuk dikembangkan menjadi lebih besar lagi. Ah, indahnya khayalan.

13 comments:

  1. Artikel yang sangat memotivasi. Jadi teringat sama kata-katanya Bill Gates. " lakukan apa yang kamu sukai dan jadikan itu sebagai bisnis."

    ReplyDelete
  2. Intinya, jadikan pekerjaan sebagai hal yg kita senangi

    ReplyDelete
  3. Suka sama quotesnya Kag Emil mantep. Tulisan ini juga inspiratif neh. Semangat terus ya.

    ReplyDelete
  4. pekerjaan yang berasal dari hoby pasti bakal berhasil gan :D

    ReplyDelete
  5. Mantap nieh, bs buat referensi ane yg dah kerja, thx

    ReplyDelete
  6. nice gan infonya sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  7. yaaaaa. setuju sama qoutenya...
    syukurlah pekerjaanku yg skrg adalah hobi yg dibayar ;)

    ReplyDelete
  8. rasanya seneng baca artikel ini jadi merefresh pikiran

    ReplyDelete
  9. benar juga tuh yang dimaksud pak ridwan kamil

    ReplyDelete
  10. hobi yang dibayar
    apalagi bayarannya banyak, hehe

    ReplyDelete
  11. sangat setuju pak, saya suka menulis, sehingga pekerjaan bloggerlah yang cocok dengan hobi saya dan alhamdullillah, rejeki juga lancar, sedikit atau banyak harus tetap di syukuri pak,

    ReplyDelete

Jika berkunjung ke blog saya jangan lupa untuk meninggalkan sebuah komentar. Terserah kalian mau ngomong apa yang penting masih dalam batas wajar.

About Me

Blog personal milik Mukhsin, kandidat sarjana yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Makassar.

Find me on Twitter:

Alexa Rank

Copyright