December 8, 2016

Ngobrol Bareng di Acara Ngopi Bareng Tiket.com


Saya mulai menulis di blog lebih dari setahun yang lalu, yang saya tuliskan pun hanya sebatas  keseharian dan perasaan hati yang saya rasakan. Saya hanya berharap suatu saat nanti saya dapat menerbitkan sebuah buku dan menjadi penulis terkenal. Awal-awal memulainya pun saya masih sangat awam, dengan tampilan blog yang masih seadanya serta tulisan yang berantakan. Kemudian dengan sangat percaya diri saya bagikan di akun Facebook-ku. Apa reaksi orang-orang? Mungkin tidak perlu saya ceritakan di sini.

Tapi bagaimana pun juga itu adalah cerita-cerita yang luar biasa, saya hanya bersyukur sampai sekarang ini saya masih tetap bisa konsisten menjalankan aktivitas saya sebagai Blogger. Saya masih ingat sekali, sekitar 3 bulan yang lalu, untuk pertama kalinya saya mendapatkan e-mail dari sebuah brand yang cukup terkenal untuk melakukan sebuah kerja sama. Awalnya saya kira ini adalah sebuah penipuan, berhubung yang saya tahu Blogger hanya mendapatkan penghasilan dari jasa pengiklanan, seperti Google Adsense. Saya sedikit ragu, tapi rasa penasaran saya membuat saya terus mengikuti instruksi yang diberikan hingga saya memposting sebuah artikel. Berselang beberapa hari, saya kembali dikirimi sebuah e-mail yang berisi bahwa bayaran dari artikel tersebut telah dikirimkan. Saya bergegas menuju ke ATM untuk mengecek isi saldo saya, dan ternyata uangnya benar-benar dikirim.

Saya sangat bahagia, itu adalah pertama kalinya saya mendapatkan penghasilan langsung dari sebuah blog. Lambat laun saya jadi tambah semangat. Saya sadar, ternyata dengan blog memberikan banyak pintu rezeki. Sampai saat ini, saya masih sering mendapatkan e-mail tawaran kerja sama dan juga event-event dengan para blogger. Bahkan beberapa hari yang lalu juga saya diundang oleh Tiket.com untuk hadir di acara Ngopi Bareng Tiket. Dalam acara tersebut mereka mengangkat sebuah tema “Sharing Session Magnetize + Monetize How to Attract Brands and Monetize Yout Blog”. Beruntung acaranya diadakan di hari libur kuliah, sehingga saya tidak berhalangan untuk hadir.

Acara #NgopiBarengTiket
Dalam acara tersebut menghadirkan Nuniek Tirta Sari (blogger di Nuniek.com) sebagai moderator, Gaery Undarsa (CO-Founder & Chief Communication Officer Tiket.com) yang menceritakan sedikit tentang Tiket.com serta Mugniar Marakarma (blogget di Mugniar.com) sebagai pembicara di acara tersebut.

Para speakers di acara #NgopiBarengTiket
Pembicara di acara ini menceritakan pengalaman-pengalamannya selama menjadi seorang blogger dan memberikan beberapa tips bagaimana caranya agar blog kita bisa dilirik sebuah brand. Tentunya sangat menginspirasi bagi saya sendiri. Di acara tersebut saya sadar ternyata banyak yang harus saya benahi, mulai dari tampilan blog, isi konten, sikap dan tentunya bergabung di komunitas blogger yang ada. Tapi yang paling penting sebenarnya adalah konten, konten adalah raja. Berhubung moderatornya juga seorang blogger, ia juga bercerita tentang pengalaman-pengalamannya menjadi seorang blogger dan sedikit tentang personal branding. Keduanya sangat menginspirasi, dan satu hal yang saya garis bawahi, untuk menjadi seorang blogger itu harus punya kesabaran yang tinggi. Mbak Nuniek saja ngeblog dari tahun 2002 sedangkan Bu Mugniar dari tahun 2006. Mereka sudah bertahun-tahun ngeblog dan saya baru memulai di tahun 2015. Apa saja yang dulu saya lakukan? Hehehe...

Saya berterima kasih kepada Tiket.com telah mengadakan acara yang sangat menginspirasi seperti ini. Gaery Undarsa juga mengatakan kalau ini merupakan acara yang pertama kali diadakan Tiket.com di kota Makassar, dan dia sadar ternyata banyak banyak hal yang bisa dilakukan di kota ini. Dia bercerita banyak tentang Tiket.com, mulai dari awal dimulainya tahun 2011, tujuannya dibuatnya, produk yang disediakan, penghargaan yang telah didapatkan, pencapaian yang telah diraih serta kerja sama apa saja yang bisa dijalankan dengan Tiket.com.

Sudah kecil di belakang lagi...
Mayoritas masyarakat Indonesia sekarang telah menggunakan perangkat mobile untuk memudahkan aktifitasnya sehari-hari. Mengingat sekarang juga sudah memasuki era digital, Tiket.com hadir sebagai solusi di era sekarang ini. Perbedaan Tikt.com dengan yang lain itu yang pertama Tiket.com ini 100% milik Indonesia. Mulai dari founder, owner, dan uangnya milik Indonesia. Kedua, dapat digunakan untuk booking apa saja seperti pemesanan hotel, pesawat, kereta api, event dan sewa mobil.

Jadi ketika saya ingin berkunjung ke jawa, Tiket.com bisa jadi solusi yang tepat untuk pemesanan Tiket Pesawat. Di Tiket.com pula kita bisa mendapatkan harga Tiket yang Murah, bisa dilihat pada gambar dibawah ini:

Budget yang harus diperlukan untuk ke Jakarta.
Apalagi di Tiket.com banyak promo-promo menarik lainnya, jadi saya yang hanya sebagai mahasiswa tidak perlu khawatir jika ingin berkunjung ke luar kota. Tak perlu budget yang tinggi, keinginan pun bisa tercapai.



16 comments:

  1. Mungkin mereka masih kurang percaya dengan yang online, karena online itu ghaib. Tpi anehnya masyarakat kita percaya sama dukun. Wkwkwk kabur

    ReplyDelete
  2. aku coba cari peruntungan di affiliate tiket tapi masih blm dapet sepeserpun gan... mungkin ada tik n trknya?
    seru sepertinya... semoga klo ada acara disemarang bisa ikutan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya ngak tahu triknya bro. Hehehe

      Semoga berkesempatan ikutan.

      Delete
  3. wah ane pngn ikut yg gituan ,kaya apalagi ngebahas blog serasa nambah motivasi aja ya

    ReplyDelete
  4. waah itu acaranya dimana gan?

    ReplyDelete
  5. wah asik kayaknya kumpulkomunitas blogger :D

    ReplyDelete
  6. Pengen kaya gitu juga sih di area Bandung hehehe

    ReplyDelete
  7. Asikk banget bisa ngobrol" dan sharing sama blogger lainnya. Hehehe btw aku belum pasang google adsense gtu" malah. Wkwkwkw tfs yaaa, salam kenaal 😁

    ReplyDelete
  8. :)))
    sudah kecil dibelakang lagi...
    majulah ke depan. jangan malu2 gitu.

    ReplyDelete
  9. Wow mba Mugniar jadi pembicara juga.

    ReplyDelete

Jika berkunjung ke blog saya jangan lupa untuk meninggalkan sebuah komentar. Terserah kalian mau ngomong apa yang penting masih dalam batas wajar.