April 29, 2016

Waktu Yang Menjadi Lebih Cepat


Selama saya hidup kurang lebih 18 tahun di kehidupan ini. Kehidupan pasar sudah begitu dekat dengan diri saya. Saya seperti dibesarkan di sebuah pasar dan merasa tempat itu sudah menjadi rumah saya sendiri. Dimulai dari kakek dan nenek, om dan tante, serta ibu dan bapak adalah seorang pedagang di pasar tradisional, itu juga karena pasar modern belum ada di daerah saya. Sacara turun-temurun dan setiap hari sudah menjadi rutinitasnya.

Pasar Campalagian adalah pasar yang saya maksud. Jarak yang begitu dekat dengan rumah saya sendiri. Berada di desa Bonde, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Pasti masih banyak yang belum tahu tentang pasar ini. Pasar yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Campalagian. Sebagai anak yang baik saya selalu membantu keluarga saya. Setiap pukul 7 pagi saya sudah berangkat ke pasar, dan mulai mengeluarkan barang dagangan (saat libur sekolah).

Selama berjam-jam kami hanya duduk melayani pelanggan yang berdatang satu per satu. Hanya seperti itu dan waktu seakan terasa begitu lambat. Saya kemudian melihat jam, akhirnya setengah jam lagi masuk adzan dhuhur. Itu tandanya kita sudah akan pulang.

Syukurlah, saya sudah sangat capek, pegal, dan pantat saya terasa gepeng yang hanya terus-terusan duduk dari tadi. Setelah beberapa menit, adzan dzuhur kemudian berkumandang.

“Lho? Udah dzuhur? Cepat banget yah” kata nenek dalam versi bahasa Indonesia.

Saya bengong.

“Cepat dari hongkong...,” kata saya dalam hati.

****

Disini saya tidak ingin bercerita tentang bagaimana kehidupan di pasar Campalagian, juga bukan tentang promosi barang-barang yang dijual keluarga saya. Tetapi saya ingin menceritakan tentang bagaimana keluarga saya bisa tetap enjoy menjalankan rutinitas seperti ini, hingga mereka terkadang lupa waktu.

Jujur saja saya tidak suka menjalankan rutinitas yang begitu-begitu saja setiap harinya. Berbeda dengan keluarga saya yang menjalankan aktivitas tersebut dalam kondisi Flow. Ada yang belum tahu apa itu kondisi Flow? Oke, saya akan sedikit menjelaskan tentang itu.

Berdasankan teori dari Mihaly Csikszentmihalyi (sumpah ini bukan typo, nama orang beneran), Flow itu adalah sebuah kondisi operasi mental dalam beraktivitas di mana seseorang benar-benar teresap masuk ke dalam perasaan energi yang terpusat, keterlibatan penuh, dan dalam kesuksesan proses aktivitas itu.

Sederhananya Flow adalah kondisi ketika kita keasyikan dalam aktivitas kita, sampai lupa waktu, lupa makan, dan mungkin lupa mandi.

Kalau Anda pernah merasa baru saja melakukan sebuah aktivitas di pagi hari, dan mendadak kaget bahwa sudah memasuki waktu magrib, itu berarti Anda baru saja mengalami kondisi Flow.

Kurang lebih seperti itu penjelasannya. Keluarga saya melakukan semua itu dengan hati dan mereka bisa enjoy menjalanakan rutinitasnya. Berakrivitas dengan hati bukan berarti berleha-leha dan bersantai-santai seperti kita berada dalam zona nyaman. Kondisi Flow ini akan muncul jika kita berhadapan dengan sebuah tantangan yang pas dalam aktivitas apa saja yang kita lakukan. 

It’s not about how hard you can hit, It’s about how hard you can get hit and keep moving forward. – Rocky Balboa
Tantangan yang pas disini adalah aktivitas yang terlalu gampang atau sudah jago kita kerjakan, tidak bakal membawa kita terserap ke dalam Flow. Aktivitas yang terlalu susah yang bakal bikin kita tertantang pada awalnya tetapi setelah kita gagal berkali-kali, kita akan kesal, capek, bosan, muak, dan malahan kita malas melanjutkan. Ini jelas nggak bisa membuat kita dalam keadaan Flow.

Saya sama sekali tidak sejalan dengan keluarga saya. Saya tidak bisa menikmati duduk berjam-jam di pasar seperti yang mereka lakukan. Yang saya lakukan bukan menikmati aktivitas tersebut melainkan melawan rasa bosan yang saya rasakan.

Kita tidak bisa memaksa munculnya keadaan Flow. Kita tidak bisa duduk menunggu pembeli terus mengambil ancang-ancang dan berteriak sekuat tenaga seperti yang Goku lakukan di film Dragon Ball untuk masuk ke dalam kondisi Super Saiyan. Untuk masuk ke dalam kondisi Flow tidak sesederhana itu bro. Ada syarat-syarat tersendiri untuk bisa terserap dalam keadaan kondisi Flow seperti yang sudah saya jelaskan diatas.

Ketika kita memasuki kondisi Flow, kita akan fokus, dan apakah hasil dari Fokus? Kita akan mendapatkan hasil yang lebih baik.

21 comments:

  1. bagus nih ceritanya. dimana kita harus bekerja keras. dan harus terus maju kedepan jangan berdiam diri untuk menggapai kesuksesan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Intinya bekerja sesuai passion kamu, biar kamu bisa enjoy menjalankan rutinitas.

      Delete
  2. good story, good idea gan... thanks gan

    ReplyDelete
  3. mantap ceritan nya gan.. buat inspirasi saya.. good idea

    ReplyDelete
  4. mantap ni kang. coba baca yg laen lg.

    ReplyDelete
  5. manteb tuh ceritanya.
    bagus buat memotifasi.

    ReplyDelete
  6. Kayaknya kalo ke pasar itu lagi, sambil ngeblog, Mukhsin, pasti ndak terasa waktu berlalu :)

    ReplyDelete
  7. bagus ceritanya... (y)
    sepertinya dari yang saya smak itu ialah cerita pengalaman pribadi penulis..
    semoga dari tulisan diatas bisa menjadi tolak ukur pengunjung situs ini

    ReplyDelete
  8. Nice Story gan :D
    bisa dijadikan motivasi buat orang lain :D

    ReplyDelete
  9. keren banget gan ceritanya. ane suka. lanjutkan

    ReplyDelete
  10. Kita harus mengambil tindakan dalam segala sesuatu, tidak cuma menunggu. karena Allah tidak mengubah seuatu nasib kaumnya sebelum ia merubah nya sendiri. Nice cerita gan

    ReplyDelete
  11. tapi kalo pelajaran fisika wktu itu lambat lho :D

    ReplyDelete

Jika berkunjung ke blog saya jangan lupa untuk meninggalkan sebuah komentar. Terserah kalian mau ngomong apa yang penting masih dalam batas wajar.

About Me

Blog personal milik Mukhsin, kandidat sarjana yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Makassar.

Find me on Twitter:

Alexa Rank

Copyright