April 14, 2016

Fenomena Dangdut Tanah Air


Dangdut kian merajalela, dari sekian banyak rumah yang telah saya singgahi, jika sudah tiba pada malam hari pasti yang di jalankan adalah acara dangdut. Bahkan tidak ada bosan-bosannya sama sekali, setiap hari menghabiskan waktu berada di depan televisi.

Zaman sekarang adalah puncak kejayaan musik dangdut. Musik yang sudah ada di tahun 1970-an, musik yang khas dengan gendang dan suling bambunya, musik yang katanya ampuh buat badan bergoyang. Mayoritas masyarakat Indonesia ini juga suka dengan musik dangdut, karena memang musik satu ini adalah musik asli Indonesia. Penikmat dangdut juga bervariasi, mulai dari anak-anak hingga kalangan ibu rumah tangga.

Kian berjalannya hari demi hari, perkembangan musik dangdut semakin memiliki banyak perubahan. Musik ini semakin terancam hilang keasliannya. Contohnya kini banyak lagu pop yang kemudian diaransemen ulang menjadi musik dangdut. Mereka lebih memilih cara yang instan untuk berkarya.

Salah satu contonya lagu Cahrlie Puth ft. Khalifah yang berjudul See You Again, salah satu lagu pengiring di film Fast and Furious 7. Yang kemudian diaransemen ulang dengan menambahkan permainan gendang dan menambah temponya sedikit lebih cepat. Mendengar musiknya saja pasti membuatmu joget walaupun lagu tersebut adalah lagu sedih. Aneh kan? Yang membuat orang yang tidak suka dengan dangdut jadi geleng-geleng kepala (ini bukan karena keasyikan) walaupun tetap cocok buat dijadikan musik pengiring joget-jogetan.

Semakin banyak penyanyi dangdut instan penuh sensasi yang bermunculan entah dari mana asalnya. Itu dikarenakan banyak produser yang tidak terlalu mementingkan kualitas. Tidak penting suaranya bagus, yang jelas dia bisa nyanyi diatas panggung dengan pakaian seksinya.


Untuk tetap melestarikan musik ini, berbagai kompetisi diadakan. Pada acara yang sangat populer sekarang ini, yakni D’Academy atau sering disingkat DA. Salah satu ajang pencarian bakat yang disiarkan langsung di stasiun televisi Indosiar. Dan disinilah dimulainya pencarian talenta-talenta musisi dangdut yang berkualitas dari berbagai wilayah. Membuat mereka menampilkan kualitas mereka masing-masing untuk menjadi seorang juara. Jurinya pun tidak sembarangan, mereka sudah profesional dibidangnya seperti Inul Daratista, Saipul Jamil, Hetty Koes Endang, dan juga ada juritamu dari negara tetangga.

Acara ini mampuh menghipnotis para penontonnya. Kenapa saya bilang menghipnotis, karena memang banyak orang yang tidak tahu menyanyi sama sekali pun suka dengan acara ini. Berbeda dengan acara sepak bola, yang dimana penikmatnya hanya di kalangan pemain itu sendiri.

Acara ini begitu digemari orang-orang. Banyak ibu rumah tangga yang bahkan sudah duduk manis di depan televisi sebelum acaranya dimulai. Begitu acaranya dimulai akan membuat mereka lupa akan dunianya sendiri. Menghabiskan waktu berjam-jam bahkan sepanjang malam untuk satu acara ini.

Sudah dua angkatan berlalu, kini tiba saatnya untuk mencari pemenang angkatan ketiga ini. Sebelumnya di D’Academy 2 yang menjadikan Evi dari Masamba, Sulawesi Selatan menjadi seorang pemenang. Sejak saat itu kehidupannya berubah. Ia kini menjadi seorang penyayi sukses. Di D’Academy 3 ini, lagi-lagi ada Ada salah satu peserta perwakilan Sulawesi Selatan yang berhasil lolos ke D’Academy 3. Yaitu Rafly, salah satu kebanggan masyarakat Gowa. Dan kebetulan kost saya sendiri berada di daerah Gowa, terlihat jelas antusias warga dengan berbagai spanduk dengan foto Rafly di pinggir jalan, serta tak lupa mengirimkan sms sebanyak-banyaknya untuk mendukungnya.


Sayangnya dia terhenti di babak enam besar hanya karena dia kalah perolehan sms (maaf Rafly, saya tidak punya pulsa saat itu). Kemarin (11 April 2016) dia kembali ke kampung halamannya dan dibawa arak-arakan keliling kota. Dan hari ini (14 April 2016) dia akan mengadakan konser persembahan spesial untuk para pendukungnya terkhusus masyarakat Gowa.

Jadi diantara kalian yang juga ingin seperti mereka, mulai lah berlatih dari sekarang. Siapa tahu Anda juga bisa lolos ke D’Academy 4 nantinya dan bisa membanggakan Indonesia, terkhusus musik dangdut ini.


26 comments:

  1. Replies
    1. Right, dia satu kampung halaman dengan saya.

      Delete
  2. Jujur sih dengan fenomena dangdut yang semakin merebak ini, bagi gue yang penikmat dangdut garis keras agak kayak piso bermata dua.
    Disatu sisi gue cukup excited, tapi disisi lain kadang nemu kebosenan. karna tayangnya tiap hari.
    Gue jadi kurang suka sama dangdut versi yang di TV2. gue lebih suka sama dangdut versi koplo. btw Qasima juga oke loh.
    Coba search di youtube dengan keyword "Qasima". isinya naq naq hijab ngedangdut. :D

    ReplyDelete
  3. Kayaknya dangdut udah menginvasi seluruh pikiran pribumi, dimana-mana dangdut terus tapi asyik juga sih apalagi lagunya duo serigala yang ngedrible. hehehe

    untuk rafly, entah saya kurang update atau apa nih artis ternyata tetangga kampung, awalnya saya gak percaya pas ngadain panggung dan liat sendiri saya baru percaya. ternyata saya sekampung sama artis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, gimana gak kalah coba. Teman sekampungnya aja gak tahu kalau ada yang ikut D'Academy.

      Delete
  4. Kalau ane sih gan melihat musik dangdut semakin berjaya di tanah air kita ini membuat ane semakin bangga gan.. Namun saran ane kalau bisa pakaian para penyanyi dangdut terkhusus untuk wanita nya agar menggunakan pakaian yang lebih sopan lagi gan biar yang nonton tidak berpikiran yang negatif :-)

    ReplyDelete
  5. dulu sihh rada gak suka dangdut... tp lama2 jd suka :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamatkan dirimu wahai anak muda. :D

      Delete
  6. dangdut is the music of my country

    ReplyDelete
  7. kesenengen bokap ma nyokap ane nih acaranya :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang sih acaranya keren buat bokap sama nyokap.

      Delete
  8. Nyanyi lima menit, komen-gimmick-julit bisa sejam.
    Sering liat acara ini, cuman buat denger yang nyanyinya aja...pas komentar pindah channel. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal komentarnya itu yg bikin seru. :D

      Delete
  9. nyanyinya lima menit, komentarnya 1jam lebih hehe :v tpi asik jg sih

    ReplyDelete
  10. acara itu mah, 5 menit penjuriannya 30 menit curhatannya hadeh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha.. Benar banget, sering juga pada baper.

      Delete

Jika berkunjung ke blog saya jangan lupa untuk meninggalkan sebuah komentar. Terserah kalian mau ngomong apa yang penting masih dalam batas wajar.