November 20, 2015

Jangan Pernah Pergi



Tulisan kali ini adalah sebuah permintaan dari seseorang. yang menginginkanku untuk berbicara sedikit tentang hujan, ya memang dia adalah orang yang sangat mencintai hujan. Entah apa yang bisa membuat dia menyukainya. Aku tak tahu. Tapi, walaupun ini adalah sebuah permintaan dari seseorang, tapi tetap yang aku tuliskan adalah tentang kau, ya. Kau yang selalu kucintai.

Sekarang aku bingung harus mulai dari mana. Uummmm…

Hari itu, yang aku ingat kau ingin aku berhenti untuk mengusik hidupmu. Kamu ingin agar aku pergi dari hidupmu, tapi maaf. Itu mustahil untuk kulakukan. Jika kau ingin aku berhenti untuk mengusikmu, lebih baik kamu yang pergi, jangan pernah coba untuk menyuruhku pergi dari hidupmu.

Hari itu, hujan turun. Itu adalah hujan yang pertama kali aku rasakan semenjak berada di tempat ini. Saat itu aku sedang merebahkan tubuh di tempat tidur. Ya memang di saat hujanlah tidur akan jadi begitu nyenyak. Tapi ini adalah hujan yang harus aku rayakan, pelan aku bangkit dan memandang jutaan bulir-bulir hujan yang tak pernah aku bisa hitung satu per satu. 

Hujan itu kemudian menyadarkanku bahwa cahaya hidupku semakin redup semenjak kau pergi. Hujan semakin deras, tubuhku mulai menggigil, seolah hujan menantangku, sekuat apa aku tanpa kau.

Deras hujan semakin menghantam. Gemuruh petir yang mengingatkanku dengan diammu. Senyumku mulai pudar sesaat hujan menampilkan pemandangan kakimu yang perlahan menjauh, lalu perlahan hilang.

Hujan perlahan mereda, aku mencari hadirmu di balik gerimis yang masih saja awet. 

Gerimis memang awet. Lama aku menunggu hingga ia benar-benar reda sepenuhnya, namun aku melihat awan masih mendung. Jiwaku merasa ditodong senjata yang kasat mata. Aku memejamkan mata sambil menghitung debar jantungku.  Tak ada suara apapun yang memekik telinga, tapi kuyakin itu peluru rindu yang melesat dari dadaku, merambat dan tepat menganai batinku.

Aku kini sekarat. Aku mohon untukmu agar tidak pernah pergi dariku. Aku masih menantimu dan berharap kau akan datang untukku. Sejauh apapun kau melangkah untuk mejauhiku, nyatanya kau tak kan pernah kemana-mana jika di dalam hatiku,  namamu masih ada.

13 comments:

  1. keren mas artikelnya.... mudah2an apa yang do'anya terkabul yah.. aamiin

    ReplyDelete
  2. Kira2 kalau kata2 diatas saya kirimkan sama teman dkat aq, apakah bisa klepek klepek, hehee

    ReplyDelete
  3. keren mas postingannya lanjutkan sangat bermakna artinya

    ReplyDelete
  4. Perlu berpikir untuk mengetahui makna kata kata di atas gan.. kerennn lanjutkan gan...

    ReplyDelete

Jika berkunjung ke blog saya jangan lupa untuk meninggalkan sebuah komentar. Terserah kalian mau ngomong apa yang penting masih dalam batas wajar.

About Me

Blog personal milik Mukhsin, kandidat sarjana yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Makassar.

Kontak:


mukhsinpro@gmail.com

Alexa Rank

Copyright