November 27, 2015

Dosen Ketinggalan Zaman


Hari ini saya berhenti dulu menulis tetang cinta, berhenti menulis tentang orang yang kugilai. Saya merasa prihatin dengan para mahasiswa dan kali ini saya menulis tetang itu. Mari kita simak.

Tulisan kali ini sepertinya bakal ada yang tidak senang, tapi jika kita bisa menelaah dengan benar maksud dan tujuan dari tulisan ini, kita pasti bisa mengerti. Ini sama sekali tidak bertujuan untuk menjatuhkan satu piha, sama sekali tidak. Tapi terkadang kita harus sepakat dan berani mengatakan tantang hal yang sebenarnya salah lalu kita berdiri bersama-sama untuk membenahinya.

Ini mengenai dosen yang ketinggalan zaman.

Kita sebenarnya tidak bisa memaksakan suatu hal yang sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman seperti sekarang ini. Layaknya dosen yang memberikan tugas kepada para mahasiswanya untuk mengerjakan tugas dengan menggunakan mesin ketik manual. Persetan dengan itu, untuk apa para dosen memberikan tugas semacam itu? Jangan mencoba balas dendam dengan menerapkan hal yang kamu sendiri tidak ikhlas lakukan di masa kuliahmu.

Tapi kan biar lebih berusaha? Tidak melakukan copy-paste? Tapi sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman. Apa juga manfaatnya? Tidak ada perlombaan penulisan karya tulis ilmiah nasional yang menggunakan mesin ketik. Tapi jika ada, mungkin itu hanya ada pada lima belas sampai tiga puluh tahun silam ketika para dosen masih muda.

Tapi kan kita seakan kembali ke masa lalu, peninggalan sejarah? Omong kosong. Kalau kita kembali ke masa lalu, jangan hanya tugas mahasiswa yang diketik memakai mesin ketik manual. Kamu makan pakai tempurung kelapa, sms memakai surat, nonton bo**p memakai VCD. Biar peninggalan sejarah!

Sayuti Melik menulis naskah ploklamasi  memakai mesin ketik karena di zaman itu belum ada Microsoft Word 2013 seperti sekarang ini. Seandainya ada pasti sudah di print lalu di fotocopy perbanyak

Ini menjadi masalah buat saya dan umumnya para mahasiswa, karena masalahnya kami para mahasiswa tidak bisa memberitahukan hal ini kepada mereka.  Sebab mereka ada dan bisa menjadi seorang dosen karena mereka punya sesuatu, dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang punya pendirian kuat dan tidak mudah untuk dibantah.

Jadi salah satu solusinya, kepada para calon dosen yang akan mendaftar kedepannya,tolong jangan ketinggalan zaman. Move on. Jangan memaksakan hal yang sudah tidak relevan.


22 comments:

  1. Menurut hemat saya, problem ini bukan terletak pada mesin ketik, laptop, atau bahkan aplikasinya (seperti yg qt ketik diatas - Sayuti Melik menulis naskah ploklamasi memakai mesin ketik karena di zaman itu belum ada Microsoft Word 2013 seperti sekarang ini). masalah utamanya adalah mental keras yang tdk terbuka dengan kemajuan zaman, setahu sy ini mmg terjadi secara massif (hampir semua kampus dan jurusan) khususnya di makassar.

    ReplyDelete
  2. Iya bro, dosen sekarang memang musti mengikuti perkembangan dan ga kudet. ya minim bisa mengoprasiin komputer dan MS word hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, jadi dosen jangan modal ada apanya gitu.

      Delete
  3. semoga kedepan dosen-dosen di indonesia memiliki kualitas yang sama dengan dosen yang diluar negeri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, biar mahasiswanya juga bisa berkualitas bukan hanya mendapatkan tekanan.

      Delete
  4. Gua setuju sama agan, tapi Ambil positifnya aja dah gan, mungkin biar lebih mengenal mesin ketik gak cuma komputer doank..

    ReplyDelete
  5. yah sebenernya maksud dosen baik biar para mahasiswa lebih rajin dan gak copas saat ngerjain tugas

    ReplyDelete
  6. kayanya dosennya sama kayak guru gw tuh yang laen pada belajar online dosen dia satu satunya pakek Buku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. Sumpah kudet banget. Sekolah sekarang jangan pada gaptek. Itu aja.

      Delete
  7. wkkwkwk dosen di kampus saya juga kudet bgt bro. Gimana mahasiswanya mau berkembang klo Dosen aja kudet ><

    ReplyDelete
  8. Heheheh Oke juga artikel nya bikin menghibur

    ReplyDelete
  9. Apapun profesinya, harus update dan upgrade orangnya dan ilmunya ... :)

    ReplyDelete

Jika berkunjung ke blog saya jangan lupa untuk meninggalkan sebuah komentar. Terserah kalian mau ngomong apa yang penting masih dalam batas wajar.

About Me

Blog personal milik Mukhsin, kandidat sarjana yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Makassar.

Find me on Twitter:

Alexa Rank

Copyright