July 5, 2015

Rasanya Aku Pengecut


"Hi, lagi dimana ?"

"Udah makan belum ?"

"Jaga kesehatan yah, jangan terlalu capek.. :)"


Selama ini ingin sekali aku mengirimkan pesan seperti itu kepadamu, setiap hari. Tapi, ketika pesan sudah tertulis, kata-kata sudah tersusun rapi, dan pesan tinggal dikirim, rasanya aku tak mampu untuk melakukan semua itu. Entah karena aku terlalu takut akan keadaan diriku, atau aku terlalu takut dengan kenyataan yang akan kau balas. Aku tahu, aku memang terlalu pengecut untuk menjadi seorang lelaki, tapi itulah yang kualami. Kebimbangan dan ketakutan melihat kenyataan, kenyataan yang belum pasti terjadi.


Memang, berawal dari tak saling kenal, aku mulai mencari tahu siapa dirimu. Berawal dari tak pernah tahu, aku pun mulai tahu semua tentang dirimu. Berawal dari rasa ingin tahu, saat itu pula aku mulai mencintaimu. Dan berawal dari mencintaimu, aku pun ingin menjadi seorang imammu.


Mulai dari semua itu, aku kemudian diam-diam mulai mencoba memperhatikanmu, dari tempat yang tak kau lihat sama sekali. Dan asal kamu tahu, pipiku merah saat aku tengah terjerat oleh tatapanmu. Aku bingung, sebenarnya aku sedang bermimpi atau sedang berkhayal, yang jelas pikiranku tersesat saat itu. Ironisnya, aku sangat menikmati perbuatan  tercela yang kamu lakukan kepadaku, yaitu mencuri pandanganku.

No comments:

Post a Comment

Jika berkunjung ke blog saya jangan lupa untuk meninggalkan sebuah komentar. Terserah kalian mau ngomong apa yang penting masih dalam batas wajar.

About Me

Blog personal milik Mukhsin, kandidat sarjana yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Makassar.

Kontak:


mukhsinpro@gmail.com

Alexa Rank

Copyright