June 28, 2015

Doa Yang Terpanjatkan


Hanya sebuah pesan yang tak jarang terbalaskan, Hi. Apa kabarmu hari ini ? Selamat siang. Selamat malam. Semoga tidur nyenyak dan mimpi indah. Semoga kau bahagia dan baik-baik saja, seperti doa yang selalu ku pinta pada-Nya ditiap selesai shalatku. Sudah sekian lama aku tak melihat senyum dan tawa dari bibirmu, yang sering aku curi tanpa sepengetahuanmu. Dari sisi yang sama sekali tidak terlihat, aku senang memandangimu sebagai ciptaan terindah yang pernah dibuat-Nya.

Aku menyayangimu dan aku akan selalu mendoakanmu. Jangan pernah bosan untuk mengucapkan amin, karena kata itulah yang akan selalu mengabulkan apa yang kamu ingin dan akan selalu membuatmu terjaga dalam hening. Aku berdoa, salah satu yang Tuhan ingin dalam hidupmu adalah bersamaku. Amin. Kamu adalah sesuatu yang terlalu fana dalam hidup ini untuk aku miliki.

Untukmu yang kucintai dari jauh, aku telah membuatkan rumah untukku. Di dalam sini, dalam hatiku. Yang tak kan pernah gagal untuk kamu tempati, walaupun hanya singgah sebentar saja untuk meminum secangkir kopi. Menghabiskan manis dan pahit bersama-sama. Lalu, kau pergi meninggalkanku dalam keadaan aku sangat mencintaimu dan yang kamu sisakan hanyalah ampas dalam cangkirmu.

Entah sampai kapan aku hanya sebagai sosok transparan yang memelukmu dengan doa dan harapan. Kau begitu istimewa di mataku. Jika tidak, mana mungkin aku akan memanjatkan doa untukmu.


4 comments:

  1. ciee mimin lagi LDR hahaha. semangat ya

    ReplyDelete
  2. tulisan mu, makin lama makib bagus sin, duh musti belajar banyak nih dari kamu :)

    ReplyDelete
  3. Semoga semua doa saya terpanjatkan juga

    ReplyDelete

Jika berkunjung ke blog saya jangan lupa untuk meninggalkan sebuah komentar. Terserah kalian mau ngomong apa yang penting masih dalam batas wajar.

About Me

Blog personal milik Mukhsin, kandidat sarjana yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Makassar.

Kontak:


mukhsinpro@gmail.com

Alexa Rank

Copyright